12 Tanda Kita Terlahir Sebagai Calon Pengusaha, Bukan Karyawan Biasa

Artikel terkait : 12 Tanda Kita Terlahir Sebagai Calon Pengusaha, Bukan Karyawan Biasa

12 Tanda Kita Terlahir Sebagai Calon Pengusaha, Bukan Karyawan Biasa - Menjadi atasan sekaligus anak buah untuk diri kita sendiri bukanlah hal yang mudah diwujudkan. Tapi jika kita sudah mendedikasikan diri untuk berwirausaha, itulah yang harus kita lakukan. Kita perlu mempertaruhkan segalanya untuk memulai usaha: uang, tabungan, semua waktu, dan kreativitasmu. Seringkali orang-orang terdekatmu juga tidak mengerti mengapa kita harus memilih jalur yang penuh pengorbanan tersebut jika sebenarnya kita dapat mendapatkan pekerjaan bagus dengan gaji yang terjamin.

Kalau kamu mendapati dirimu dalam situasi tersebut, mungkin kamu memang tidak ditakdirkan untuk bekerja kepada siapapun kecuali dirimu sendiri. Nah, sebelum memutuskan jalan mana yang akan kamu ambil baca dulu nih 12 ciri yang sudah dirangkum kalau kamu memang terlahir sebagai pengusaha tulen.

 1. Kita Tidak Menyukai Gagasan Bahwa Kamu Mungkin Akan Berakhir Dengan Pilihan Hidup Yang Salah
Masa muda adalah waktu dimana kamu harus membuat banyak keputusan penting yang akan membentuk hidupmu di kemudian hari. Banyak dari kita yang membuat keputusan tanpa benar-benar mempertimbangkannya dengan matang. Banyak juga yang hanya ‘mengikuti arus’ dan mengambil semua peluang yang ada di hadapan kita. Dengan begitu kita dengan mudah terperangkap dalam pekerjaan dan gaya hidup yang tidak kita inginkan.

Jika kita adalah orang yang dengan cara apapun ingin menghindari kesalahan tersebut maka kamu mungkin memang terlahir dengan jiwa pengusaha. Kita tidak akan hanya menunggu kesempatan yang akan datang, kamu justru akan berusaha membuat kesempatan tersebut. Kamu juga tidak akan berlama-lama berkutat dengan kehidupan yang jelas-jelas tidak membuatmu bahagia. Kita akan terus mencari apa yang akan membuat terpenuhi, jika tidak ada kita akan berusaha menciptakannya.

2.Kita Tidak Akan Puas Dengan Memenuhi Ekspektasi Orang Lain, Kamu Harus Benar-Benar Memilih Jalanmu Sendiri
Kita memilih untuk melakukan hal yang paling baik bagimu, bukan hal yang diharapkan orang lain darimu. Kamu percaya bahwa kamu-lah orang yang paling tepat untuk bertanggung jawab secara penuh terhadap segala keputusanmu, bukan orang lain. Kamu juga ingin menghindari menyalahkan orang lain atas keputusan hidupmu. Karena bisa saja setelah mengikuti arahan mereka, ternyata kamu tidak menemukan kebahagiaan.

Perilaku ini membuktikan bahwa kamu benar-benar mengenal dirimu sendiri. Masukan orang tua atau orang terdekatmu tetap saja jadi sumber pertimbangan yang penting, namun keputusan akhir benar-benar hanya berada di tanganmu, karena kamu-lah orang yang paling mengetahui apa yang terbaik untukmu.

3.Kita Ingin Bekerja Demi Menemukan Panggilan Hidup, Bukan Semata Mengejar Jenjang Karir
Kita menginginkan lebih dari sekedar menaiki tangga jabatan untuk akhirnya menjalani masa pensiun dalam kehidupanmu. Kamu ingin apa yang kamu lakukan tiap harinya benar-benar mendefinisikan dirimu yang sebenarnya bukan target atau tujuan perusahaan. Semua orang bisa saja mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan gaji. Namun tidak semua orang bisa membangun usaha dari nol. Dan kamu ingin menjadi satu dari segelintir orang yang mendapat panggilan hidup tersebut. Untuk hidup tiap harinya berusaha mewujudkan mimpimu sendiri, bukan mimpi orang lain.

4. Kita Tidak Takut Menanggung Risiko Yang Lebih Besar Untuk Dapat Bermimpi Lebih Tinggi
Pada saat masuk, orang-orang yang bekerja di perusahaan sudah mendapatkan gambaran jenjang karier mereka. Jika mereka bekerja dengan baik dan konsisten secara bertahap mereka akan mendapatkan kenaikan jabatan. Jika gagal pun, mereka dapat melamar ke perusahaan lain. Jika pola hidup yang minim risiko dan penghargaan tersebut tidak menarik bagimu, berarti kita memiliki keberanian untuk memimpikan hal yang tidak terbatas.

Dengan menjadi pengusaha, kamu dapat mengembangkan usahamu sejauh ide dan kreativitasmu membawa. Tapi kamu juga akan selalu paham bahwa semakin tinggi mimpimu maka akan semakin tinggi risiko yang perlu diambil. Jika kamu memahami hal tersebut dan tidak takut akan risiko dan kegagalan di depan, maka kamu memang ditakdirkan untuk memimpin usahamu sendiri. 

5. Kaita Juga Punya Keinginan Untuk Menyebarluaskan Kebahagiaanmu Pada Orang Lain
Kita tidak akan puas hanya dengan mendapatkan cek gaji per bulan untuk digunakan sendiri, justru kamu baru merasa puas saat bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Kamu akan lebih bahagia saat dapat menyebarluaskan kesejahteraan yang berasal dari hasil ciptaan tanganmu.

Kita menyadari, semua orang di berbagai belahan duni selalu membutuhkan pekerjaan. Dengan menjadi pngusaha dan membuka lapangan kerja, artinya kamu tidak akan hanya dapat berguna untuk dirimu sendiri tapi juga untuk orang lain yang membutuhkan. 
6. Kita Memiliki Pengertian Sendiri Mengenai Makna Kesuksesan
Jika kita bekerja untuk orang lain, ukuran keberhasilanmu dalam pekerjaan juga ditentukan oleh orang tersebut. Namun jika kamu tidak nyaman dinilai kinerja dan ditentukan kesuksesannya oleh orang lain, barang kali kamu memang terlahir bukan untuk jadi karyawan.

Bukan pujian dari atasan yang membuatmu merasa cukup, melainkan ketika kamu bisa mencapai kebahagiaanmu versi pribadi. Kebahagiaan karena kamu dapat menjalani hidupmu sesuai dengan kemauanmu. Mencukupi kebahagiaan versi personal sulit diwujudkan oleh orang-orang yang tidak bekerja untuk dirinya sendiri. 

7. KitaIngin Membuktikan Bahwa Kamu Dapat Berhasil Dengan Menjadi Diri Sendiri
Kita percaya bahwa kita adalah orang terpenting dalam kehidupankita. Maka dari itu kamu tidak ingin menghabiskan hari-harimu tunduk pada sistem atau tujuan orang lain. Kamu ingin membuktikan bahwa tujuanmu juga penting untuk mendapatkan prioritas dan direalisasikan.

Jika selama ini kita tak peduli pada anggapan orang lain atas dirikita, enggan memikirkan harus berpakaian apa dan berbicara macam apa agar menyenangkan hati orang lain — barangkali kamu memang terlahir sebagai calon pengusaha. Bukan sekedar karyawan biasa. 

8.Kita Selalu Berusaha Menciptakan Pilihan Terbaik Dari Opsi Yang Mungkin Belum Ada
Kita tidak akan berpuas hati dengan harus memilih dari kesempatan yang telah terbuka untukita. Jika memilih, mungkin kita tinggal berusaha keras dalam pilihanmu tersebut. Tapi siapa coba yang bisa menjamin bahwa apa yang membuatmu bahagia memang ada di pilihan-pilihan yang disodorkan kepadamu? Jika kamu memang terlahir sebagai wirausahawan, kamu akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari tahu apa yang terbaik untukmu.

Keingintahuan adalah modal terbesar dari seorang pengusaha. Dengan keingintahuan yang besar kamu dapat mejelajahi area usaha yang sebelumnya belum tereksplorasi orang lain. Walaupun mungkin dalam prosesnya, kamu akan menemui banyak rintangan karena menempuh jalan yang sebelumnya belum pernah diambil orang lain. Tapi jika berhasil, kamu juga akan mendapatkan kepuasan dan penghargaan yang tidak terkira. 

9. Kita Punya Gambaran Ideal Tentang Lingkungan Kerja yang Kondusif, dan Sangat Ingin Mewujudkannya
Selama ini kita sering kesal karena merasa lingkungan kantormu tak kondusif untuk meningkatkan produktivitas. Birokrasi berbelit yang sering terjadi dalam sebuah instansi justru memperlambat ritme kerja. Dalam otakmu, kamu sesungguhnya punya solusi bagi masalah itu dan benar-benar ingin mewujudkannya.

Jika dorongan ini terus kamu rasakan, bisa jadi kamu memang tak cocok bekerja jadi karyawan. Coba pikirkan pilihan untuk resign kemudian membangun kerajaan bisnismu sendiri. 

10. Saat Melihat Kesuksesan Orang Lain, Kita Berpikir: “Mereka Saja Bisa, Kenapa Aku Tidak?”
Kita adalah orang yang meyakini bahwa faktor utama keberhasilan usaha adalah kerja keras, talenta yang dihadiahkan dari Tuhan. Melihat cerita-cerita orang sukses, kamu justru akan berpikir jika mereka bisa sukses maka kamu juga bisa. Tiap harinya orang dapat melakukan hal-hal hebat. Kamu yakin bahwa kamu adalah orang yang juga punya kemampuan untuk dapat melakukan kehebatan itu. 

11. Bagikita, Kebanggan Adalah Saat Kamu Mendapatkan Penghargaan Yang Ditentukan Oleh Usahakita 
Jika bekerja di bawah orang lain, pendapatan kita ditentukan oleh sistem atau keputusan mereka. Mungkin kita memang akan terus mendapatkan gaji yang sama tiap bulan, tidak peduli seberapa rajin atau malasnya kita bulan itu. Namun jika kamu adalah orang yang lebih memilih untuk mendapatkan penghargaan yang setara dengan muatan kerjamu mungkin kewirausahaan memang sudah mengalir di darahmu.

Dengan menjadi pemimpin dari usahamu sendiri kamu tidak dapat mengandalkan simpanan perusahaan untuk menyediakaan gaji yang sama untuk kamu tiap bulannya. Kamu akan benar-benar mengerti bahwa hanya kerja keras dan kegigihanmu yang akan menentukan besarnya pendapatanmu. Itu tidak apa-apa karena paling tidak hal tersebut benar-benar mencerminkan usahamu bukan orang lain. 

12. Kita Tidak Menyukai Ide Tentang Menggantungkan Masa Tua Pada Uang Pensiun. Kelangsungan Hidup di Masa Depan Sudah Seharusnya Menjadi Tanggung Jawabkita
Jika kita tidak menyukai ide mendapatkan uang pensiunan yang hanya sepertiga gaji atau mengandalkan tabungan seumur hidupmu, mungkin kamu harus beralih menjadi pengusaha. Dengan menciptakan usahamu sendiri, kamu akan dapat menyaksikan usahamu tersebut dilanjutkan dan berkembang menjadi semakin besar. Kamu juga dapat menyediakan masa depan untuk anak-anakmu jika mereka ingin melanjutkan usahakita.

Karena kamu-lah nahkoda dari kapal tersebut, kamu akan dapat menentukan sendiri kapan kamu ingin berhenti dan menyerahkan tuas pengendalinya. Atau jika kamu ingin tetap bekerja seumur hidup pun, tidak akan ada yang bisa melarang. Kamu tidak akan berhenti berkarya karena batasan usia.

Artikel MasBhotol Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2015 MasBhotol | Design by Bamz